Kepala LLDIKTI IV Minta UPS Bekasi Tancap Gas Raih Akreditasi Unggul: Jangan Tunggu 2030!

Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV mendorong Universitas Panca Sakti (UPS) Bekasi untuk segera membedah dan mengoptimalkan potensi kampus guna meraih akreditasi Unggul. Bahkan, LLDIKTI IV menilai target akreditasi Unggul pada tahun 2030 yang dicanangkan rektor terlalu lama dan seharusnya bisa dicapai lebih cepat.

Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Dr. Lukman, S.T., M.Hum., dalam sambutannya pada acara Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Rapat Kerja UPS Bekasi Tahun Akademik 2027/2028 yang digelar di Kampus Pascasarjana, Rabu (16/9/2026).

“Terakreditasi Unggul, jadi kita coba lakukan evaluasi, membedah. Jadi kalau potensinya jelas ada, tinggal bagaimana upayanya. Kalau tadi target Pak Rektor tahun 2030, kalau menurut saya terlalu lama. Harusnya bisa lebih cepat karena kita sudah membedah potensinya ada,” ujar Lukman.

Lukman membeberkan sejumlah data statistik dan potensi yang dimiliki Universitas Panca Sakti Bekasi. Menurutnya, syarat-syarat teknis menuju akreditasi Unggul sebenarnya sudah hampir dipenuhi oleh kampus tersebut.

“Contohnya, untuk bisa Unggul itu mahasiswa S-3 kan harus minimal 20 persen, ternyata sudah hampir 40 persen. Kemudian prodi yang Unggul itu kan minimal 15 sampai 20 persen, ini tinggal diproyeksi, tahun depan itu kan bisa di-submit yang sudah memasuki masanya,” terangnya.

Tak hanya itu, dari sisi kualifikasi dosen dan jenjang jabatan fungsional, UPS Bekasi juga dinilai berada pada jalur yang tepat.

“Jenjang jabatan fungsional tinggal menambah dosen yang LK (Lektor Kepala) dan GB (Guru Besar) itu 6 orang, sekarang sudah 7 orang. Itu Insyaallah bisa masuk ke kriteria. Nah, tinggal perbaiki yang lain dan peningkatan untuk di luaran penelitian,” tambahnya.

Dosen Harus ‘Move On’ dan Fokus Publikasi

Menghadapi aturan akreditasi saat ini, Lukman mengingatkan bahwa sistem pemeringkatan kini semakin ketat dan tidak lagi menggunakan kualifikasi lama. Oleh karena itu, para dosen diminta untuk bekerja keras dan fokus meningkatkan luaran penelitian.

“Akreditasi tidak ada lagi akreditasi A, B, C, tidak ada lagi namanya Baik Sekali, Baik. Hanya Unggul dan Terakreditasi,” tegas Lukman.

Ia menekankan bahwa kunci utama percepatan akreditasi terletak pada keaktifan para dosen dalam menghasilkan karya ilmiah dan mempublikasikannya di jurnal-jurnal bereputasi.

“Pesan saya adalah dosen harus kerja keras supaya dalam waktu 2 tahun dosen harus bisa memang move on. Jadi kata kuncinya penelitian dosen, luarannya dipublikasikan. Nah itu yang bisa meningkatkan, mendongkrak nilai untuk bisa segera menjadi Unggul,” jelasnya.

Lebih lanjut, Lukman menjelaskan bahwa peningkatan luaran penelitian akan memberikan multiplier effect (dampak ganda) bagi kemajuan institusi.

“Luaran penelitian ini akan meningkatkan karier dosen. Berarti karier dosen ini meningkat, maka akan menambah nilai untuk akreditasi, dan juga tentunya di situ akan menjadi peningkatan juga di akreditasi perguruan tinggi, bukan hanya akreditasi di prodinya. Jadi ini multiple effect. Prioritas pertama tadi saya bilang ke Pak Rektor, jangka pendek dosen-dosen menyiapkan luaran penelitiannya untuk bisa segera dipublikasikan,” paparnya.

Lukman berharap kegiatan Bimtek dan Raker ini dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh civitas akademika Universitas Panca Sakti Bekasi. “Harapannya peserta dapat termotivasi dan bisa segera dalam waktu sesingkat-singkatnya untuk menghasilkan output yang bisa dipublikasikan, karena itu akan mendorong untuk bisa Panca Sakti ini menjadi perguruan tinggi yang Unggul,” pungkasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *