BEKASI – Menyeimbangkan karier profesional dan studi pascasarjana bukanlah perkara mudah, terlebih bagi mahasiswa yang mengambil jalur kelas karyawan. Namun, Hajar Aswana membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk memegang tanggung jawab besar di dunia pendidikan sekaligus berprestasi secara akademik.

Lahir di Kotabaru pada 4 April 2001, perempuan yang akrab disapa Aswa ini adalah mahasiswa termuda di angkatan 10 Magister Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Panca Sakti Bekasi. Di usianya yang baru menginjak 25 tahun, ia telah dipercaya mengemban amanah ganda sebagai kepala di sebuah layanan ruang tumbuh kembang anak (terapi) inklusi sekaligus Kepala Taman Kanak-Kanak (TK)
Etos kerja Aswa telah tertempa sejak menempuh pendidikan S1, di mana ia berhasil lulus dengan beasiswa penuh sembari bekerja dan memberi les privat. Rekam jejak inilah yang membawanya memimpin layanan terapi inklusi hingga menjadi lembaga percontohan. Kesuksesan tersebut membuat sebuah perusahaan meminangnya untuk memimpin TK, sekaligus memberikan beasiswa penuh untuk melanjutkan studi S2 dengan syarat komitmen peningkatan nilai akademik.
Rutinitas Aswa nyaris tanpa jeda. Di luar kesibukan memimpin dua lembaga dan mempersiapkan akreditasi, ia juga didaulat menjadi Ketua Kelas di program Magister PAUD. Statusnya sebagai yang termuda justru menjadi motivasi utamanya untuk selalu membantu rekan-rekan seangkatannya dan memperlancar jalannya perkuliahan.
“Aswa sangat senang bisa menjadi bagian dari Universitas Panca Sakti dan berproses di sini. Apalagi didukung oleh pihak pengelola program studi yang sangat membantu melancarkan segala urusan perkuliahan kami,” tuturnya.
Sebagai praktisi sekaligus mahasiswa kelas karyawan, Aswa membagikan strategi manajemen waktunya agar semua tanggung jawab terselesaikan tanpa mengorbankan kualitas:
Kiprah Aswa menegaskan bahwa padatnya rutinitas bekerja dan kuliah bukanlah penghalang, melainkan ruang untuk mematangkan potensi akademik. Melalui rekam jejak yang valid dan manajemen waktu yang terukur, mahasiswa Magister PAUD dapat mengintegrasikan teori dan praktik untuk mencetak prestasi, sekaligus memberikan dampak nyata bagi pendidikan anak usia dini di masyarakat.

BEKASI – Program studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Panca Sakti Bekasi resmi menempati peringkat pertama sebagai perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa aktif terbanyak se-Indonesia. Berdasarkan data mutakhir Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) per 19 Juli 2026, kampus ini mengukuhkan posisinya sebagai destinasi terfavorit para pendidik PAUD di Tanah Air pada Semester Genap 2025/2026.

Tercatat sebanyak 313 mahasiswa aktif tengah menempuh studi magister di universitas ini. Angka tersebut mendominasi secara signifikan dan melampaui berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta terkemuka lainnya. Sebagai perbandingan, posisi kedua ditempati oleh Universitas Terbuka dengan 107 mahasiswa, disusul oleh Universitas Negeri Yogyakarta (97 mahasiswa), Universitas Negeri Jakarta (80 mahasiswa), dan Universitas Negeri Semarang (75 mahasiswa).
Assoc. Prof. Dr. Nita Priyanti, M.Pd. selaku pengelola program studi tersebut, menyampaikan bahwa tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Magister PAUD Universitas Panca Sakti Bekasi didorong oleh berbagai keunggulan sistem perkuliahan yang sangat memfasilitasi kebutuhan para guru.
“Kami menyadari bahwa para pendidik membutuhkan akses pendidikan tingkat lanjut yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki biaya kuliah yang terjangkau dan transparan sejak awal. Selain itu, jadwal kuliah yang fleksibel menjadi solusi tepat bagi mahasiswa kami yang mayoritas sudah bekerja, sehingga mereka tetap dapat menyeimbangkan antara profesi dan studi”, jelasnya.
Dari segi akademik, kurikulum yang diterapkan juga telah dirancang agar relevan dengan kebutuhan pendidikan global saat ini, serta diampu oleh jajaran dosen yang sangat kompeten dan berpengalaman luas di bidangnya.
Lebih lanjut, ekosistem pembelajaran di program pascasarjana ini tidak hanya terpaku pada penguasaan teori. Setiap mahasiswa secara konsisten didorong untuk menghasilkan luaran berupa produk-produk pendidikan yang inovatif di setiap mata kuliah. Penciptaan karya nyata ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para mahasiswa dan dosen pembimbing, mengingat produk tersebut dapat langsung diaplikasikan di lapangan.
Tidak berhenti di ruang kelas, para lulusan dan mahasiswa aktif juga diarahkan untuk langsung menerapkan keilmuannya melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat, memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan sekitar.
Dengan capaian data PDDikti yang membanggakan ini, Universitas Panca Sakti Bekasi terus membuktikan komitmen nyatanya sesuai dengan visi institusi, yakni “Menghasilkan Lulusan Unggul, Berkarakter, Technopreneurship, Menguasai Riset dan Teknologi Informasi untuk Bersaing di Tingkat Nasional pada Tahun 2029.” Ke depan, program Magister PAUD ini diharapkan terus menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya tenaga pendidik anak usia dini yang unggul, berkarakter dan berdaya saing tinggi.
BEKASI – Keterampilan komunikasi merupakan pilar utama bagi seorang pendidik, khususnya di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menyadari hal tersebut, Program Magister PAUD Universitas Panca Sakti Bekasi sukses menyelenggarakan webinar nasional bertajuk “Public Speaking Bagi Guru PAUD: Membangun Komunikasi Efektif dengan Anak, Orang Tua, dan Masyarakat” pada hari Minggu, 19 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung secara virtual melalui platform Zoom ini mendapat sambutan yang luar biasa. Tercatat sebanyak 125 peserta yang terdiri dari para guru, praktisi pendidikan, dan mahasiswa turut serta meramaikan ruang diskusi maya dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Acara ini menghadirkan pakar pendidikan, Dr. Irma Yuliantina, sebagai dosen pengampu sekaligus narasumber utama. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa kemampuan public speaking bukan sekadar tentang berpidato di depan umum, melainkan bagaimana seorang guru mampu menyampaikan pesan, ide, dan gagasan secara jelas, empatik, dan profesional kepada berbagai pihak.

Berbeda dengan webinar pada umumnya yang hanya berjalan satu arah, kegiatan ini dirancang secara interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga langsung mempraktikkan penerapan public speaking sesuai dengan ranah kerja mereka sehari-hari.
Untuk memaksimalkan pendalaman materi, panitia membagi peserta ke dalam empat ruang diskusi terfokus (Breakout Rooms/BOR) yang dipandu oleh fasilitator handal:
Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi, pembagian door prize bagi empat peserta beruntung yang paling aktif, serta foto bersama.
Melalui kesuksesan acara ini, Fakultas Pascasarjana Universitas Panca Sakti Bekasi kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan dan tenaga pendidik PAUD yang unggul, kreatif, dan berdaya saing, sejalan dengan visi misi institusi serta program Kampus Berdampak. Diharapkan, ilmu yang didapat dari webinar ini dapat langsung diimplementasikan oleh para guru untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih komunikatif dan kolaboratif.
Universitas Panca Sakti Bekasi berkomitmen memberikan pengalaman belajar unggul dan menciptakan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan intelektual serta keterampilan praktis mahasiswa.