
Bekasi, 16 Mei 2026 – Program Studi Teknik Informatika kembali berbenah diri demi menjaga kualitas pendidikannya. Hari ini, kami mengadakan kegiatan Forum Diskusi Kelompok (FGD) untuk mengevaluasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Bapak Dr. Supriyadi, S.TP., M.Pd dan dihadiri oleh berbagai pihak penting yang menjadi mitra kami.
Turut hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer) Bapak Dr. Didik Setiyadi ,M.Kom , dosen, perwakilan dari perusahaan atau instansi pengguna lulusan kami, serta para alumni yang sudah berkarir di berbagai bidang. Kehadiran mereka menjadi sangat berharga karena kami ingin mendengar langsung pandangan dari berbagai sisi.
Dalam sambutan pembukaannya, Warek 1 sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh prodi. Beliau menyampaikan bahwa kurikulum adalah hal paling dasar dalam pendidikan, dan harus selalu disesuaikan agar tidak tertinggal zaman.
“Penerapan kurikulum berbasis OBE itu intinya kita mengajar berorientasi pada hasil. Artinya, apa yang dipelajari mahasiswa harus jelas tujuannya, bisa dipakai, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Saya sangat dukung kegiatan seperti ini, karena dengan mendengar masukan dari asosiasi, industri, dan alumni, kita bisa pastikan lulusan kita nanti benar-benar siap bersaing,” ujar Warek 1 di hadapan para peserta.
Sebagai Ketua Program Studi, saya menyampaikan bahwa kegiatan ini memang sudah menjadi agenda rutin kami. Menurut saya, kurikulum itu tidak boleh kaku dan diam saja. Ilmu pengetahuan dan teknologi kan terus berubah, jadi materi ajar pun harus ikut menyesuaikan.
“Kami tidak bisa menyusun kurikulum sendirian di ruangan. Kami butuh masukan dari APTIKOM agar standarnya pas, butuh pendapat dosen tentang pelaksanaannya, butuh tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh industri, dan butuh cerita dari alumni tentang pengalaman mereka di lapangan. Semua masukan ini akan kami jadikan acuan utama untuk memperbarui kurikulum kami,” tambah saya.
Diskusi berjalan sangat hidup dan seru. Perwakilan APTIKOM menjelaskan standar pendidikan tinggi yang berlaku saat ini dan arah perkembangan keilmuan di bidang teknologi informasi. Para dosen juga ikut berbagi kendala dan pengalaman saat mengajar, serta memberikan usulan terkait materi apa yang perlu diperdalam atau dikurangi.
Yang paling menarik adalah masukan dari pihak pengguna lulusan. Mereka secara terbuka menceritakan apa yang biasanya dicari perusahaan saat menerima karyawan baru. Tidak hanya soal kemampuan teknis, tapi juga kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, dan cara berpikir yang kritis.
Sementara itu, para alumni berbagi cerita tentang pengalaman mereka saat baru masuk dunia kerja. Mereka memberikan saran yang sangat berharga, misalnya materi mata kuliah apa yang ternyata sangat berguna saat bekerja, atau materi apa yang dirasa kurang cukup mendukung mereka.
Dari hasil diskusi ini, semua masukan dan saran akan kami rangkum dan pelajari satu per satu. Nanti akan kami sesuaikan kembali struktur kurikulum kami agar lebih pas, relevan, dan benar-benar berjalan sesuai prinsip OBE.
Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak/Ibu Warek 1 atas dukungannya, serta kepada seluruh peserta yang sudah meluangkan waktu dan berbagi pemikiran. Semoga kerja sama ini terus terjalin baik demi kemajuan pendidikan di kampus kita. Ke depannya, kami akan terus rutin mengadakan kegiatan serupa agar kualitas prodi tetap terjaga dan semakin meningkat.
Universitas Panca Sakti Bekasi berkomitmen memberikan pengalaman belajar unggul dan menciptakan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan intelektual serta keterampilan praktis mahasiswa.