
Bekasi, 16 Mei 2026 – Program Studi Teknik Informatika kembali berbenah diri demi menjaga kualitas pendidikannya. Hari ini, kami mengadakan kegiatan Forum Diskusi Kelompok (FGD) untuk mengevaluasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Bapak Dr. Supriyadi, S.TP., M.Pd dan dihadiri oleh berbagai pihak penting yang menjadi mitra kami.
Turut hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer) Bapak Dr. Didik Setiyadi ,M.Kom , dosen, perwakilan dari perusahaan atau instansi pengguna lulusan kami, serta para alumni yang sudah berkarir di berbagai bidang. Kehadiran mereka menjadi sangat berharga karena kami ingin mendengar langsung pandangan dari berbagai sisi.
Dalam sambutan pembukaannya, Warek 1 sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh prodi. Beliau menyampaikan bahwa kurikulum adalah hal paling dasar dalam pendidikan, dan harus selalu disesuaikan agar tidak tertinggal zaman.
“Penerapan kurikulum berbasis OBE itu intinya kita mengajar berorientasi pada hasil. Artinya, apa yang dipelajari mahasiswa harus jelas tujuannya, bisa dipakai, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Saya sangat dukung kegiatan seperti ini, karena dengan mendengar masukan dari asosiasi, industri, dan alumni, kita bisa pastikan lulusan kita nanti benar-benar siap bersaing,” ujar Warek 1 di hadapan para peserta.
Sebagai Ketua Program Studi, saya menyampaikan bahwa kegiatan ini memang sudah menjadi agenda rutin kami. Menurut saya, kurikulum itu tidak boleh kaku dan diam saja. Ilmu pengetahuan dan teknologi kan terus berubah, jadi materi ajar pun harus ikut menyesuaikan.
“Kami tidak bisa menyusun kurikulum sendirian di ruangan. Kami butuh masukan dari APTIKOM agar standarnya pas, butuh pendapat dosen tentang pelaksanaannya, butuh tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh industri, dan butuh cerita dari alumni tentang pengalaman mereka di lapangan. Semua masukan ini akan kami jadikan acuan utama untuk memperbarui kurikulum kami,” tambah saya.
Diskusi berjalan sangat hidup dan seru. Perwakilan APTIKOM menjelaskan standar pendidikan tinggi yang berlaku saat ini dan arah perkembangan keilmuan di bidang teknologi informasi. Para dosen juga ikut berbagi kendala dan pengalaman saat mengajar, serta memberikan usulan terkait materi apa yang perlu diperdalam atau dikurangi.
Yang paling menarik adalah masukan dari pihak pengguna lulusan. Mereka secara terbuka menceritakan apa yang biasanya dicari perusahaan saat menerima karyawan baru. Tidak hanya soal kemampuan teknis, tapi juga kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, dan cara berpikir yang kritis.
Sementara itu, para alumni berbagi cerita tentang pengalaman mereka saat baru masuk dunia kerja. Mereka memberikan saran yang sangat berharga, misalnya materi mata kuliah apa yang ternyata sangat berguna saat bekerja, atau materi apa yang dirasa kurang cukup mendukung mereka.
Dari hasil diskusi ini, semua masukan dan saran akan kami rangkum dan pelajari satu per satu. Nanti akan kami sesuaikan kembali struktur kurikulum kami agar lebih pas, relevan, dan benar-benar berjalan sesuai prinsip OBE.
Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak/Ibu Warek 1 atas dukungannya, serta kepada seluruh peserta yang sudah meluangkan waktu dan berbagi pemikiran. Semoga kerja sama ini terus terjalin baik demi kemajuan pendidikan di kampus kita. Ke depannya, kami akan terus rutin mengadakan kegiatan serupa agar kualitas prodi tetap terjaga dan semakin meningkat.

Di era transformasi digital saat ini, teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Berbagai sektor, mulai dari pendidikan, bisnis, pemerintahan, kesehatan, hingga industri kreatif, terus berkembang dengan dukungan teknologi informasi dan kecerdasan buatan. Kondisi ini menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu berinovasi, beradaptasi, dan menciptakan solusi bagi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut, Program Studi Teknik Informatika berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja. Komitmen ini tercermin dalam visi program studi, yaitu:
“Menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang sistem cerdas yang unggul, berkarakter technopreneurship untuk bersaing di tingkat nasional tahun 2029.”
Visi ini bukan sekadar pernyataan arah pengembangan program studi, melainkan menjadi pedoman dalam setiap kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh sivitas akademika.
Mewujudkan Keunggulan di Bidang Sistem Cerdas
Perkembangan teknologi saat ini menunjukkan bahwa sistem cerdas atau intelligent systems menjadi salah satu bidang yang paling dibutuhkan. Teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), machine learning, data analytics, Internet of Things (IoT), hingga otomatisasi sistem telah mengubah cara manusia bekerja dan mengambil keputusan.
Melalui berbagai mata kuliah, praktikum, proyek, dan kegiatan penelitian, Program Studi Teknik Informatika membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk memahami, merancang, dan mengembangkan teknologi berbasis sistem cerdas. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu memberikan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan yang muncul di dunia industri maupun masyarakat.
Namun, keunggulan yang ingin dicapai tidak hanya terbatas pada aspek teknis. Program studi juga berupaya membentuk lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta mampu bekerja secara profesional dalam lingkungan yang terus berubah.
Menanamkan Semangat Technopreneurship
Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, kebutuhan akan individu yang mampu menciptakan peluang baru semakin meningkat. Oleh karena itu, Program Studi Teknik Informatika tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi tenaga profesional yang siap bekerja, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi inovator dan pelaku usaha berbasis teknologi.
Semangat technopreneurship menjadi salah satu karakter utama yang dikembangkan selama proses pendidikan. Mahasiswa didorong untuk melihat teknologi sebagai sarana untuk menciptakan nilai tambah, memecahkan masalah, dan membangun usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui pendekatan ini, lulusan diharapkan memiliki keberanian untuk berinovasi, kemampuan membaca peluang, serta keterampilan dalam mengembangkan produk dan layanan digital yang memiliki daya saing.
Nilai-Nilai yang Menjadi Budaya Akademik
Penyelenggaraan pendidikan di Program Studi Teknik Informatika didasarkan pada sejumlah nilai utama yang menjadi fondasi dalam setiap aktivitas akademik.
Integritas menjadi landasan utama dalam membangun budaya akademik yang jujur, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi etika.
Profesionalisme diwujudkan melalui komitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing.
Inovasi menjadi semangat dalam mengembangkan ide, penelitian, dan solusi teknologi yang mampu menjawab tantangan zaman.
Kolaborasi mendorong terciptanya kerja sama yang harmonis antara mahasiswa, dosen, alumni, industri, dan masyarakat dalam mencapai tujuan bersama.
Kemandirian dibangun agar mahasiswa memiliki kemampuan mengambil keputusan, beradaptasi, dan berkembang secara berkelanjutan.
Sementara itu, technopreneurship menjadi karakter khas yang terus ditanamkan untuk membentuk lulusan yang kreatif, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan berbasis teknologi.
Komitmen untuk Mencetak Lulusan Berkualitas dan Beretika
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program studi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas dan kontribusi mereka di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Program Studi Teknik Informatika terus berupaya menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong pengembangan kompetensi, karakter, dan integritas secara seimbang.
Melalui kurikulum yang relevan, tenaga pengajar yang kompeten, fasilitas pembelajaran yang terus berkembang, serta berbagai program penguatan keterampilan dan karakter, program studi berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang mampu menghadapi tantangan era digital dengan percaya diri.
Dengan berpegang pada visi “Menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang sistem cerdas yang unggul, berkarakter technopreneurship untuk bersaing di tingkat nasional tahun 2029”, Program Studi Teknik Informatika optimis dapat menjadi bagian penting dalam mencetak generasi profesional yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga beretika, inovatif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Di era bisnis yang bergerak sangat cepat, kecepatan pengambilan keputusan menjadi salah satu keunggulan kompetitif perusahaan. Perusahaan yang mampu mengolah data dan mengubahnya menjadi informasi berkualitas dalam waktu singkat akan lebih unggul dibandingkan kompetitornya.
Di sinilah Program Studi Sistem Informasi berperan penting. Mahasiswa kami diajarkan bagaimana membangun sistem yang membantu perusahaan mengambil keputusan lebih cepat, lebih tepat, dan lebih berbasis data.
Mengapa Pengambilan Keputusan Harus Cepat?
Keterlambatan keputusan bisa berakibat fatal, kehilangan peluang pasar, pemborosan biaya, hingga penurunan kepuasan pelanggan. Sebaliknya, keputusan yang cepat dan akurat dapat meningkatkan profitabilitas dan daya saing perusahaan.
Program Studi Sistem Informasi mengajarkan mahasiswa untuk menjadi jembatan antara data dan keputusan bisnis.
Bagaimana Sistem Informasi Membantu Perusahaan?
Berikut adalah beberapa cara utama Sistem Informasi mempercepat proses pengambilan keputusan:
1. Dashboard Real-Time Mahasiswa kami belajar membuat dashboard interaktif menggunakan Power BI dan Tableau yang menampilkan data penjualan, stok barang, performa karyawan, dan metrik bisnis penting secara real-time. Manajer tidak perlu lagi menunggu laporan bulanan.
2. Business Intelligence & Analisis Data Dengan tools analitik, perusahaan dapat melihat tren, pola, dan prediksi masa depan. Contoh: memprediksi permintaan produk di bulan mendatang sehingga perusahaan bisa menyiapkan stok lebih awal.
3. Sistem Informasi Terintegrasi Kami mengajarkan pembuatan sistem yang menghubungkan berbagai departemen (penjualan, keuangan, operasional, dan pemasaran) dalam satu platform. Hal ini dapat mempercepat alur informasi.
4. Predictive Analytics Menggunakan teknik sederhana Machine Learning, lulusan Sistem Informasi mampu membantu perusahaan memprediksi risiko, churn pelanggan, hingga peluang bisnis baru.
5. Mobile & Cloud-Based Access Keputusan bisa diambil kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi mobile yang aman dan cepat.
Skill yang Anda Kuasai untuk Mendukung Ini
Di program kami, Anda akan mendalami:
Masa Depan yang Menjanjikan
Perusahaan di Indonesia semakin sadar bahwa data adalah aset baru. Oleh karena itu, lulusan Sistem Informasi yang mampu membangun sistem pendukung keputusan memiliki prospek karier yang sangat cerah sebagai Business Analyst, BI Developer, System Analyst, atau Digital Transformation Consultant.
Ingin menjadi ahli yang membantu perusahaan mengambil keputusan lebih cepat dan cerdas?
Program Studi Sistem Informasi Universitas Panca Sakti Bekasi siap membekali Anda dengan pengetahuan, skill, dan pengalaman praktis yang dibutuhkan industri saat ini.
Daftarkan diri Anda sekarang dan menjadi bagian dari generasi yang menggerakkan transformasi digital Indonesia!

Bekasi, 16 Mei 2026 – Program Studi Teknik Informatika kembali berbenah diri demi menjaga kualitas pendidikannya. Hari ini, kami mengadakan kegiatan Forum Diskusi Kelompok (FGD) untuk mengevaluasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Bapak Dr. Supriyadi, S.TP., M.Pd dan dihadiri oleh berbagai pihak penting yang menjadi mitra kami.
Turut hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer) Bapak Dr. Didik Setiyadi ,M.Kom , dosen, perwakilan dari perusahaan atau instansi pengguna lulusan kami, serta para alumni yang sudah berkarir di berbagai bidang. Kehadiran mereka menjadi sangat berharga karena kami ingin mendengar langsung pandangan dari berbagai sisi.
Dalam sambutan pembukaannya, Warek 1 sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh prodi. Beliau menyampaikan bahwa kurikulum adalah hal paling dasar dalam pendidikan, dan harus selalu disesuaikan agar tidak tertinggal zaman.
“Penerapan kurikulum berbasis OBE itu intinya kita mengajar berorientasi pada hasil. Artinya, apa yang dipelajari mahasiswa harus jelas tujuannya, bisa dipakai, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Saya sangat dukung kegiatan seperti ini, karena dengan mendengar masukan dari asosiasi, industri, dan alumni, kita bisa pastikan lulusan kita nanti benar-benar siap bersaing,” ujar Warek 1 di hadapan para peserta.
Sebagai Ketua Program Studi, saya menyampaikan bahwa kegiatan ini memang sudah menjadi agenda rutin kami. Menurut saya, kurikulum itu tidak boleh kaku dan diam saja. Ilmu pengetahuan dan teknologi kan terus berubah, jadi materi ajar pun harus ikut menyesuaikan.
“Kami tidak bisa menyusun kurikulum sendirian di ruangan. Kami butuh masukan dari APTIKOM agar standarnya pas, butuh pendapat dosen tentang pelaksanaannya, butuh tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh industri, dan butuh cerita dari alumni tentang pengalaman mereka di lapangan. Semua masukan ini akan kami jadikan acuan utama untuk memperbarui kurikulum kami,” tambah saya.
Diskusi berjalan sangat hidup dan seru. Perwakilan APTIKOM menjelaskan standar pendidikan tinggi yang berlaku saat ini dan arah perkembangan keilmuan di bidang teknologi informasi. Para dosen juga ikut berbagi kendala dan pengalaman saat mengajar, serta memberikan usulan terkait materi apa yang perlu diperdalam atau dikurangi.
Yang paling menarik adalah masukan dari pihak pengguna lulusan. Mereka secara terbuka menceritakan apa yang biasanya dicari perusahaan saat menerima karyawan baru. Tidak hanya soal kemampuan teknis, tapi juga kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, dan cara berpikir yang kritis.
Sementara itu, para alumni berbagi cerita tentang pengalaman mereka saat baru masuk dunia kerja. Mereka memberikan saran yang sangat berharga, misalnya materi mata kuliah apa yang ternyata sangat berguna saat bekerja, atau materi apa yang dirasa kurang cukup mendukung mereka.
Dari hasil diskusi ini, semua masukan dan saran akan kami rangkum dan pelajari satu per satu. Nanti akan kami sesuaikan kembali struktur kurikulum kami agar lebih pas, relevan, dan benar-benar berjalan sesuai prinsip OBE.
Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak/Ibu Warek 1 atas dukungannya, serta kepada seluruh peserta yang sudah meluangkan waktu dan berbagi pemikiran. Semoga kerja sama ini terus terjalin baik demi kemajuan pendidikan di kampus kita. Ke depannya, kami akan terus rutin mengadakan kegiatan serupa agar kualitas prodi tetap terjaga dan semakin meningkat.

Mahasiswa Program Studi Teknik Informatika menampilkan berbagai proyek inovatif dalam Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Informatika Robotika. Pada UAS kali ini, mahasiswa mengerjakan proyek berbasis simulasi yang mengintegrasikan konsep pemrograman, logika kontrol, serta pemodelan sistem robotika.
Dua proyek utama yang dikembangkan mahasiswa adalah simulasi sistem parkir otomatis dan robot asisten layanan informasi kampus. Proyek ini dirancang sebagai bentuk penerapan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) untuk mengasah kemampuan analisis, perancangan, dan implementasi sistem robotika.
Pada proyek simulasi parkir, mahasiswa merancang sistem yang mampu mengatur proses masuk dan keluar kendaraan secara otomatis. Simulasi ini mencakup penggunaan sensor untuk mendeteksi kendaraan, pengaturan palang parkir, serta pengelolaan kapasitas lahan parkir secara digital. Melalui proyek ini, mahasiswa mempelajari konsep dasar sistem kendali, sensor, dan otomasi yang banyak diterapkan pada sistem parkir modern.
Sementara itu, proyek robot asisten layanan informasi kampus dirancang untuk membantu memberikan informasi kepada civitas akademika dan pengunjung kampus. Robot asisten ini disimulasikan mampu menyampaikan informasi seperti lokasi ruangan, layanan akademik, hingga informasi umum kampus melalui antarmuka interaktif. Proyek ini menggabungkan konsep robotika, kecerdasan buatan sederhana, serta desain interaksi manusia dan komputer.
Dosen pengampu mata kuliah Informatika Robotika menyampaikan bahwa proyek UAS ini bertujuan untuk melatih mahasiswa agar mampu mengimplementasikan teori robotika ke dalam solusi yang kontekstual dan relevan dengan kebutuhan nyata. “Melalui simulasi ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep, tetapi juga belajar merancang sistem yang aplikatif dan bermanfaat,” ujarnya.
Melalui kegiatan UAS ini, diharapkan mahasiswa semakin siap menghadapi tantangan pengembangan teknologi di bidang robotika dan sistem cerdas, serta mampu menghasilkan karya inovatif yang dapat dikembangkan lebih lanjut di dunia industri maupun penelitian.


Program Studi Teknik Informatika melaksanakan kegiatan peninjauan kurikulum sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pembelajaran dan relevansi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja serta perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Rapat Kampus B Universitas Panca Sakti Bekasi pada tanggal 17 Januari 2026.
Kegiatan peninjauan kurikulum ini bertujuan untuk memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan tetap selaras dengan kebijakan pendidikan nasional, kebutuhan industri, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan kompetensi abad ke-21. Selain itu, peninjauan kurikulum juga menjadi langkah strategis dalam mendukung capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Peninjauan kurikulum melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain dosen Program Studi Teknik Informatika Melalui diskusi dan evaluasi yang komprehensif, setiap mata kuliah ditelaah kembali baik dari sisi capaian pembelajaran lulusan (CPL), capaian pembelajaran mata kuliah (CPMK), maupun kesesuaian bahan kajian dengan kebutuhan terkini.
Ketua Program Studi Teknik Informatika menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan kurikulum yang adaptif, inovatif, dan aplikatif, sehingga lulusan tidak hanya memiliki penguasaan teori, tetapi juga keterampilan praktis dan sikap profesional yang dibutuhkan di dunia kerja.
“Peninjauan kurikulum merupakan agenda rutin yang sangat penting agar proses pembelajaran di Prodi Teknik Informatika selalu relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengguna lulusan,” ujarnya.
Hasil dari peninjauan kurikulum ini selanjutnya akan dirumuskan dalam bentuk penyempurnaan struktur kurikulum, penyesuaian deskripsi mata kuliah, serta penguatan pembelajaran berbasis proyek dan kasus nyata. Diharapkan, implementasi kurikulum hasil peninjauan ini dapat semakin meningkatkan daya saing lulusan Program Studi Teknik Informatika di tingkat nasional maupun global.
Ilmu komputer sangat penting bagi Generasi Z karena membekali mereka dengan kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan adaptasi. Hal ini mengubah generasi Z dari sekadar konsumen teknologi menjadi kreator inovasi di era digital.
Berikut adalah beberapa alasan utamanya:
Untuk bersaing di dunia ilmu komputer, Generasi Z perlu menguasai kombinasi antara keahlian teknis (hard skills) dan keahlian interpersonal (soft skills).
Berikut adalah kemampuan utama yang harus dimiliki:
Keahlian Teknis (Hard Skills)
Keahlian Interpersonal (Soft Skills)
Arah utama dan tren ilmu komputer di masa depan
Keterampilan Penting di Masa Depan
Untuk tetap relevan, lulusan ilmu komputer perlu menguasai keahlian berikut:
Apakah Anda sedang mempertimbangkan jalur karier tertentu atau ingin fokus mempelajari satu sub-bidang spesifik (seperti AI atau Keamanan Siber)? silahkan mendaftar di prodi Teknik Informatika, sistem informasi atau manajemen informatika Universitas Panca Sakti Bekasi
.

Di dunia yang semakin digital, perusahaan tidak hanya membutuhkan programmer atau analis data saja. Mereka membutuhkan tenaga yang mampu menghubungkan teknologi dengan kebutuhan bisnis. Itulah mengapa Program Studi Sistem Informasi menjadi salah satu jurusan paling relevan dan diminati saat ini.
Program Studi Sistem Informasi merupakan bidang ilmu yang mempelajari bagaimana merancang, mengembangkan, dan mengelola sistem informasi untuk mendukung operasional serta pengambilan keputusan dalam bisnis dan organisasi.
Berbeda dengan jurusan Teknik Informatika yang lebih fokus pada sisi teknis, Sistem Informasi memadukan kemampuan teknologi dengan pemahaman bisnis secara seimbang. Mahasiswa tidak hanya belajar coding, tetapi juga memahami manajemen, analisis data, hingga strategi bisnis digital.
Di Program Studi Sistem Informasi, mahasiswa akan mempelajari berbagai bidang penting seperti pemrograman web dan mobile, database dan big data, analisis serta desain sistem, hingga business process modeling.
Selain itu, mahasiswa juga dibekali kemampuan untuk menjadi Software Engineer, Business Intelligence Analyst, maupun Data Analyst. Keahlian tersebut membuat lulusan Sistem Informasi memiliki peluang karier yang luas dan sangat dibutuhkan di era transformasi digital saat ini.
Dengan kombinasi kemampuan teknologi dan bisnis, lulusan Sistem Informasi dinilai memiliki daya saing tinggi serta prospek kerja yang menjanjikan di berbagai sektor industri
Di era digital yang terus berkembang, kebutuhan akan profesional yang mampu menjembatani teknologi dan bisnis semakin meningkat. Program Studi Sistem Informasi hadir sebagai solusi bagi generasi muda yang ingin memiliki karier cemerlang dan relevan dengan perkembangan zaman.
Sistem Informasi merupakan bidang ilmu yang mempelajari pengelolaan teknologi informasi, manajemen bisnis, serta analisis data untuk membantu pengambilan keputusan secara efektif. Mahasiswa jurusan ini tidak hanya mempelajari teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan bisnis dan organisasi.
Lulusan Sistem Informasi memiliki prospek karier yang sangat menjanjikan. Beberapa profesi yang dapat ditekuni antara lain Software Engineer, Business Intelligence Analyst, Data Analyst, System Analyst, IT Consultant, hingga Product Manager. Tingginya kebutuhan industri terhadap tenaga ahli di bidang digital membuat lulusan jurusan ini memiliki peluang kerja yang luas.
Selain itu, gaji yang ditawarkan di bidang ini juga tergolong kompetitif. Dengan pengalaman dan kemampuan yang terus berkembang, lulusan Sistem Informasi berpotensi mendapatkan penghasilan tinggi serta jenjang karier yang cerah di masa depan.
Universitas Panca Sakti Bekasi berkomitmen memberikan pengalaman belajar unggul dan menciptakan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan intelektual serta keterampilan praktis mahasiswa.