
BEKASI – Program studi Magister Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Universitas Panca Sakti Bekasi resmi menempati peringkat pertama sebagai perguruan tinggi dengan jumlah mahasiswa aktif terbanyak se-Indonesia. Berdasarkan data mutakhir Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) per 19 Juli 2026, kampus ini mengukuhkan posisinya sebagai destinasi terfavorit para pendidik PAUD di Tanah Air pada Semester Genap 2025/2026.

Tercatat sebanyak 313 mahasiswa aktif tengah menempuh studi magister di universitas ini. Angka tersebut mendominasi secara signifikan dan melampaui berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta terkemuka lainnya. Sebagai perbandingan, posisi kedua ditempati oleh Universitas Terbuka dengan 107 mahasiswa, disusul oleh Universitas Negeri Yogyakarta (97 mahasiswa), Universitas Negeri Jakarta (80 mahasiswa), dan Universitas Negeri Semarang (75 mahasiswa).
Assoc. Prof. Dr. Nita Priyanti, M.Pd. selaku pengelola program studi tersebut, menyampaikan bahwa tingginya kepercayaan masyarakat terhadap Magister PAUD Universitas Panca Sakti Bekasi didorong oleh berbagai keunggulan sistem perkuliahan yang sangat memfasilitasi kebutuhan para guru.
“Kami menyadari bahwa para pendidik membutuhkan akses pendidikan tingkat lanjut yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga memiliki biaya kuliah yang terjangkau dan transparan sejak awal. Selain itu, jadwal kuliah yang fleksibel menjadi solusi tepat bagi mahasiswa kami yang mayoritas sudah bekerja, sehingga mereka tetap dapat menyeimbangkan antara profesi dan studi”, jelasnya.
Dari segi akademik, kurikulum yang diterapkan juga telah dirancang agar relevan dengan kebutuhan pendidikan global saat ini, serta diampu oleh jajaran dosen yang sangat kompeten dan berpengalaman luas di bidangnya.
Lebih lanjut, ekosistem pembelajaran di program pascasarjana ini tidak hanya terpaku pada penguasaan teori. Setiap mahasiswa secara konsisten didorong untuk menghasilkan luaran berupa produk-produk pendidikan yang inovatif di setiap mata kuliah. Penciptaan karya nyata ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para mahasiswa dan dosen pembimbing, mengingat produk tersebut dapat langsung diaplikasikan di lapangan.
Tidak berhenti di ruang kelas, para lulusan dan mahasiswa aktif juga diarahkan untuk langsung menerapkan keilmuannya melalui berbagai program pengabdian kepada masyarakat, memberikan dampak positif yang nyata bagi lingkungan sekitar.
Dengan capaian data PDDikti yang membanggakan ini, Universitas Panca Sakti Bekasi terus membuktikan komitmen nyatanya sesuai dengan visi institusi, yakni “Menghasilkan Lulusan Unggul, Berkarakter, Technopreneurship, Menguasai Riset dan Teknologi Informasi untuk Bersaing di Tingkat Nasional pada Tahun 2029.” Ke depan, program Magister PAUD ini diharapkan terus menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya tenaga pendidik anak usia dini yang unggul, berkarakter dan berdaya saing tinggi.
BEKASI – Keterampilan komunikasi merupakan pilar utama bagi seorang pendidik, khususnya di jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Menyadari hal tersebut, Program Magister PAUD Universitas Panca Sakti Bekasi sukses menyelenggarakan webinar nasional bertajuk “Public Speaking Bagi Guru PAUD: Membangun Komunikasi Efektif dengan Anak, Orang Tua, dan Masyarakat” pada hari Minggu, 19 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung secara virtual melalui platform Zoom ini mendapat sambutan yang luar biasa. Tercatat sebanyak 125 peserta yang terdiri dari para guru, praktisi pendidikan, dan mahasiswa turut serta meramaikan ruang diskusi maya dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Acara ini menghadirkan pakar pendidikan, Dr. Irma Yuliantina, sebagai dosen pengampu sekaligus narasumber utama. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa kemampuan public speaking bukan sekadar tentang berpidato di depan umum, melainkan bagaimana seorang guru mampu menyampaikan pesan, ide, dan gagasan secara jelas, empatik, dan profesional kepada berbagai pihak.

Berbeda dengan webinar pada umumnya yang hanya berjalan satu arah, kegiatan ini dirancang secara interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga langsung mempraktikkan penerapan public speaking sesuai dengan ranah kerja mereka sehari-hari.
Untuk memaksimalkan pendalaman materi, panitia membagi peserta ke dalam empat ruang diskusi terfokus (Breakout Rooms/BOR) yang dipandu oleh fasilitator handal:
Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi refleksi, pembagian door prize bagi empat peserta beruntung yang paling aktif, serta foto bersama.
Melalui kesuksesan acara ini, Fakultas Pascasarjana Universitas Panca Sakti Bekasi kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak lulusan dan tenaga pendidik PAUD yang unggul, kreatif, dan berdaya saing, sejalan dengan visi misi institusi serta program Kampus Berdampak. Diharapkan, ilmu yang didapat dari webinar ini dapat langsung diimplementasikan oleh para guru untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih komunikatif dan kolaboratif.

BANDUNG – Dalam upaya terus meningkatkan kualitas dan kompetensi pendidik Anak Usia Dini, Mahasiswa Magister Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dirangkaikan dengan peluncuran buku pada Kamis (9/4/2026). Acara ini merupakan hasil kolaborasi strategis dengan Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kota Bandung dan disambut antusias oleh para guru PAUD se-Kota Bandung yang hadir sebagai peserta.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini dikemas secara aplikatif melalui Workshop yang berfokus pada pengembangan keahlian komunikasi pendidik. Puncak acara ditandai dengan peluncuran secara resmi buku berjudul “Public Speaking Guru PAUD Naik Level: Komunikasi Efektif di Dunia Pendidikan Anak Usia Dini”.

Buku tersebut disusun sebagai panduan praktis dan komprehensif bagi para pendidik dalam mengasah kemampuan public speaking. Kemampuan ini dinilai sangat krusial, tidak hanya untuk menunjang interaksi yang menyenangkan dengan anak didik di dalam kelas, tetapi juga untuk membangun komunikasi yang efektif dan profesional dengan para orang tua murid dan masyarakat luas.
Dalam pelaksanaannya, terlihat para penyelenggara dan narasumber tampil kompak mempresentasikan karya tersebut di atas panggung, sebagaimana terlihat pada dokumentasi acara. Tumpukan buku Public Speaking Guru PAUD Naik Level yang disiapkan di atas podium menjadi simbol lahirnya referensi baru yang siap diaplikasikan langsung oleh para peserta workshop.
Kolaborasi bersama IGTKI Kota Bandung ini dinilai sebagai langkah yang sangat tepat sasaran karena langsung menyentuh para praktisi pendidikan di lapangan. Melalui sinergi antara akademisi dan organisasi profesi ini, diharapkan guru-guru PAUD di Kota Bandung dapat semakin percaya diri, komunikatif, serta mampu menghadirkan ekosistem pembelajaran yang lebih interaktif dan inspiratif bagi anak usia dini.

BEKASI – Fakultas Pascasarjana Universitas Panca Sakti Bekasi sukses menyelenggarakan The 8th International Conference on Early Childhood Education (ICEC) 2026 yang berlangsung selama dua hari, pada 20–21 Juni 2026.
Tahun ini, konferensi internasional tersebut mengangkat tema strategis: “Digital Transformation In Early Childhood Education To Realize Inclusive, Safe And Of Good Character Generation.” Acara yang berjalan dengan lancar dan khidmat ini menyoroti pentingnya adaptasi teknologi yang aman serta pembentukan karakter anak sejak usia dini di era digital.
Konferensi bergengsi ini menghadirkan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia, Ibu Hj. Meutya Viada Hafid, B.Eng., M.IP., sebagai pembicara kunci (keynote speaker).

Dalam pemaparannya, Menteri Komdigi memberikan pandangan krusial mengenai arah kebijakan transformasi digital nasional yang harus selaras dengan perlindungan dan edukasi anak usia dini. Pihak Universitas Panca Sakti Bekasi turut menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran dan pemikiran yang dibagikan oleh Menkomdigi.
Selain menghadirkan sudut pandang regulasi nasional, ICEC 2026 juga memperluas cakrawala akademik dengan menghadirkan empat orang pembicara (speaker) dari mancanegara. Para pakar internasional ini membagikan riset, tren global, serta komparasi implementasi teknologi dalam pendidikan anak usia dini di negara masing-masing.
Rektor Universitas Panca Sakti Bekasi menegaskan bahwa konferensi ini dirancang bukan sekadar sebagai forum ilmiah, melainkan sebagai wadah peningkatan kapasitas nyata bagi para praktisi pendidikan.
“Saya berharap melalui konferensi ini, para guru PAUD tidak hanya memperoleh wawasan dan pengetahuan baru, tetapi juga mendapatkan inspirasi, jejaring profesional, serta praktik-praktik terbaik yang dapat diterapkan di satuan pendidikan masing-masing,” ujarnya
Beliau juga menambahkan harapan besar bagi masa depan generasi muda Indonesia pasca-agenda ini.
“Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama konferensi ini menjadi bekal berharga dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak Indonesia agar menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, kreatif, serta mampu menghadapi tantangan masa depan dengan penuh percaya diri,” pungkas Rektor.
Fakultas Pascasarjana (Magister PAUD) Universitas Panca Sakti Bekasi dengan bangga menyelenggarakan The 8th International Conference on Early Childhood (ICEC) 2026.
Di era digital saat ini, pendidikan anak usia dini menghadapi berbagai tantangan sekaligus peluang. Konferensi ini hadir sebagai ruang kolaborasi bagi akademisi, peneliti, pendidik, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai negara untuk berdiskusi, berbagi inovasi, dan merumuskan masa depan pendidikan anak usia dini yang adaptif terhadap teknologi.
Welcoming Speech:
Our Speakers: Menghadirkan narasumber ahli dan kolaborator dari Indonesia, Malaysia, dan Amerika Serikat:
Bagi Bapak/Ibu/Rekan-rekan yang ingin mempresentasikan hasil penelitian, kami menerima artikel dengan ruang lingkup berikut:
Informasi Pembayaran: Bank Mandiri a.n. Universitas Panca Sakti No. Rekening: 0060012660175
Segera amankan kursi Anda dan perluas jejaring akademik internasional! Pendaftaran dilakukan secara daring melalui tautan berikut:
👉 Klik Di Sini untuk Mendaftar: tinyurl.com/ICEC-Pancasakti8-2026
Narahubung (Contact Person): Untuk pertanyaan lebih lanjut mengenai teknis acara maupun pengumpulan abstrak/paper, silakan hubungi panitia kami melalui WhatsApp:
Mari bersama membangun generasi usia dini yang inklusif, aman, dan berkarakter baik di era digital!
Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of “de Finibus Bonorum et Malorum” (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, “Lorem ipsum dolor sit amet..”, comes from a line in section 1.10.32.
The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from “de Finibus Bonorum et Malorum” by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.
Contrary to popular belief, Lorem Ipsum is not simply random text. It has roots in a piece of classical Latin literature from 45 BC, making it over 2000 years old. Richard McClintock, a Latin professor at Hampden-Sydney College in Virginia, looked up one of the more obscure Latin words, consectetur, from a Lorem Ipsum passage, and going through the cites of the word in classical literature, discovered the undoubtable source. Lorem Ipsum comes from sections 1.10.32 and 1.10.33 of “de Finibus Bonorum et Malorum” (The Extremes of Good and Evil) by Cicero, written in 45 BC. This book is a treatise on the theory of ethics, very popular during the Renaissance. The first line of Lorem Ipsum, “Lorem ipsum dolor sit amet..”, comes from a line in section 1.10.32.
The standard chunk of Lorem Ipsum used since the 1500s is reproduced below for those interested. Sections 1.10.32 and 1.10.33 from “de Finibus Bonorum et Malorum” by Cicero are also reproduced in their exact original form, accompanied by English versions from the 1914 translation by H. Rackham.
Universitas Panca Sakti Bekasi berkomitmen memberikan pengalaman belajar unggul dan menciptakan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan intelektual serta keterampilan praktis mahasiswa.