
Bekasi – Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi (HIMAPE) berhasil menyelenggarakan kegiatan gamedukasi bertajuk “Unlock Your Hidden Potential” bekerja sama dengan SMK Prima Ma’arif. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan karakter dan potensi generasi muda melalui pendekatan edukatif yang interaktif, kreatif, dan menyenangkan.
Kegiatan yang diikuti oleh para siswa SMK Prima Ma’arif ini berlangsung dengan penuh antusiasme. Melalui berbagai permainan edukatif, diskusi kelompok, dan aktivitas pengembangan diri, peserta diajak untuk mengenali potensi, bakat, serta kemampuan yang dimiliki agar dapat dimaksimalkan untuk meraih prestasi di masa depan. Konsep gamedukasi dipilih sebagai metode pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik sehingga materi dapat diterima dengan lebih efektif oleh peserta.
Ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa tema “Unlock Your Hidden Potential” dipilih untuk mendorong siswa agar lebih percaya diri dalam mengenali kelebihan yang dimiliki dan berani mengembangkan diri di tengah berbagai tantangan yang ada. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan motivasi belajar, meningkatkan kemampuan kerja sama, komunikasi, serta membangun pola pikir positif dalam menghadapi masa depan.
Sepanjang kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan partisipasi aktif dalam setiap sesi yang diberikan. Interaksi yang terjalin antara mahasiswa HIMAPE dan peserta menciptakan suasana yang hangat dan penuh semangat, sehingga kegiatan tidak hanya menjadi sarana pembelajaran, tetapi juga wadah berbagi pengalaman dan inspirasi.
Melalui kolaborasi ini, HIMAPE berharap kegiatan gamedukasi dapat memberikan dampak positif bagi para siswa dalam mengembangkan potensi diri, meningkatkan rasa percaya diri, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing. Keberhasilan kegiatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen HIMAPE dalam menjalankan peran pengabdian kepada masyarakat melalui program-program edukatif yang bermanfaat bagi dunia pendidikan.

BEKASI – Universitas Panca Sakti (UPS) Bekasi sukses mendulang apresiasi setelah berhasil menjadi tuan rumah penyelenggaraan program Unit Layanan Terpadu (ULT) Keliling yang diinisiasi oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV Jawa Barat dan Banten.
Acara yang berlangsung di kampus utama Universitas Panca Sakti Bekasi ini dihadiri oleh ratusan perwakilan dari berbagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Program ULT Keliling ini bertujuan untuk mendekatkan pelayanan administrasi, konsultasi, dan fasilitasi mutu pendidikan tinggi langsung ke daerah-daerah.
Rektor Universitas Panca Sakti Bekasi menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya atas kepercayaan yang diberikan oleh LLDIKTI Wilayah IV. Menurutnya, penunjukan UPS Bekasi sebagai tuan rumah merupakan bukti nyata komitmen kampus dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, tidak hanya bagi internal UPS, tetapi juga bagi seluruh PTS di kluster Bekasi.
“Kami sangat terhormat dapat memfasilitasi program strategis ini. Kehadiran ULT Keliling di kampus kami sangat membantu mempercepat proses koordinasi, konsultasi dosen, hingga pengurusan administrasi kelembagaan tanpa harus menempuh jarak jauh ke kantor pusat LLDIKTI IV di Bandung,” ujar Rektor UPS Bekasi dalam sambutannya.

Selama kegiatan berlangsung, LLDIKTI Wilayah IV membuka berbagai loket pelayanan terpadu yang dapat diakses dengan cepat oleh para civitas akademika.
Beberapa layanan utama yang menjadi fokus dalam ULT Keliling kali ini antara lain:
Pihak LLDIKTI Wilayah IV memberikan nilai tinggi atas kesiapan sarana, prasarana, serta keramahan pelayanan yang diberikan oleh panitia internal Universitas Panca Sakti Bekasi. Tingginya antusiasme peserta yang hadir mencerminkan bahwa penempatan titik layanan di UPS Bekasi sangat strategis dan tepat sasaran.
Melalui kesuksesan acara ini, Universitas Panca Sakti Bekasi kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang progresif, kolaboratif, dan siap menjadi motor penggerak kemajuan pendidikan tinggi di wilayah Bekasi dan Jawa Barat.

Banyak orang masih beranggapan bahwa lulusan Teknik Informatika hanya bekerja sebagai programmer atau ahli komputer. Padahal, kenyataannya jauh lebih luas dari itu. Di era digital saat ini, hampir semua bidang pekerjaan membutuhkan dukungan teknologi informasi, sehingga lulusan Teknik Informatika memiliki peluang karier yang sangat beragam.
Mulai dari perusahaan teknologi, perbankan, industri manufaktur, instansi pemerintah, rumah sakit, hingga dunia pendidikan, semuanya membutuhkan tenaga profesional yang mampu mengembangkan, mengelola, dan mengoptimalkan teknologi informasi. Bahkan, tidak sedikit lulusan Teknik Informatika yang memilih membangun bisnis digital mereka sendiri.
Beragam Pilihan Karier untuk Lulusan Teknik Informatika
Salah satu keunggulan lulusan Teknik Informatika adalah fleksibilitasnya dalam memilih jalur karier. Dengan bekal kemampuan pemrograman, analisis sistem, pengelolaan data, jaringan komputer, hingga kecerdasan buatan, lulusan dapat bekerja dalam berbagai profesi sesuai minat dan keahlian yang dimiliki.
Beberapa profesi yang banyak diminati antara lain:
Software Developer atau Programmer
Profesi ini bertugas merancang dan mengembangkan aplikasi, website, maupun sistem informasi yang digunakan oleh perusahaan dan masyarakat. Hampir semua perusahaan saat ini membutuhkan pengembang perangkat lunak untuk mendukung operasional bisnis mereka.
Network Engineer
Bagi yang tertarik pada infrastruktur teknologi, profesi ini menawarkan peluang untuk mengelola dan menjaga jaringan komputer agar tetap berjalan dengan aman dan stabil.
Data Analyst dan Data Scientist
Di tengah perkembangan big data, profesi yang berkaitan dengan pengolahan dan analisis data semakin banyak dicari. Mereka membantu organisasi mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat dan terukur.
Artificial Intelligence Engineer
Perkembangan kecerdasan buatan membuka peluang baru bagi lulusan Teknik Informatika untuk mengembangkan teknologi seperti chatbot, machine learning, sistem rekomendasi, dan berbagai aplikasi berbasis AI.
Cyber Security Specialist
Semakin banyak aktivitas yang dilakukan secara digital, semakin penting pula keamanan data dan sistem informasi. Profesi ini bertugas melindungi organisasi dari ancaman dan serangan siber.
IT Consultant
Seorang konsultan TI membantu organisasi memilih dan menerapkan teknologi yang tepat untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja.
Technopreneur
Tidak semua lulusan harus bekerja di perusahaan. Dengan kemampuan yang dimiliki, lulusan Teknik Informatika juga dapat menjadi wirausahawan yang mengembangkan startup, aplikasi digital, jasa pengembangan sistem, atau berbagai bisnis berbasis teknologi lainnya.
Peluang Kerja di Berbagai Sektor
Menariknya, lulusan Teknik Informatika tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan teknologi. Saat ini hampir semua sektor membutuhkan tenaga profesional di bidang teknologi informasi.
Di sektor pemerintahan, lulusan dapat berperan dalam pengembangan sistem pelayanan publik dan transformasi digital. Di sektor perbankan dan keuangan, mereka membantu mengembangkan sistem transaksi yang aman dan efisien. Sementara di sektor industri dan manufaktur, teknologi informasi digunakan untuk mendukung otomatisasi dan pengelolaan data produksi.
Selain itu, sektor pendidikan, kesehatan, telekomunikasi, hingga perdagangan digital juga membuka peluang yang sangat besar bagi lulusan Teknik Informatika.
Dibutuhkan Hari Ini dan Masa Depan
Teknologi terus berkembang dan menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kebutuhan terhadap tenaga profesional di bidang teknologi informasi diperkirakan akan terus meningkat di masa depan.
Inilah yang membuat lulusan Teknik Informatika memiliki prospek karier yang sangat menjanjikan. Mereka tidak hanya memiliki banyak pilihan profesi, tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi dalam berbagai bidang yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan kompetensi yang terus diperbarui, kemampuan berpikir kritis, serta semangat berinovasi, lulusan Teknik Informatika memiliki peluang besar untuk menjadi profesional yang sukses, pemimpin transformasi digital, maupun technopreneur yang mampu menciptakan solusi dan peluang baru di era teknologi.

Dahulu, dunia Business Intelligence (BI) identik dengan deretan angka di Excel yang membosankan atau dasbor grafik yang hanya bisa dipahami oleh para ahli data. Namun, kehadiran Generative AI (seperti ChatGPT, Gemini, dan Midjourney) telah mengubah peta permainan secara total.
Kini, kita tidak lagi sekadar melihat “apa yang terjadi”, melainkan berdialog langsung dengan data. Bagaimana masa depan BI di era AI ini, dan mengapa mahasiswa Sistem Informasi memegang kunci penting di dalamnya?
1. Dari Dasbor Statis ke Chatbot Data
Dahulu, seorang manajer harus menunggu laporan mingguan dari tim IT untuk mengetahui tren penjualan. Di masa depan (yang sebenarnya sudah dimulai sekarang), BI bertransformasi menjadi Conversational Analytics.
Bayangkan Anda cukup mengetik pertanyaan seperti: “Mengapa penjualan produk X turun di wilayah Jawa Barat bulan lalu, dan berikan rekomendasi strategisnya?”
AI tidak hanya menyajikan grafik, tetapi memberikan narasi penjelasan dalam bahasa manusia yang mudah dimengerti. Inilah evolusi besar: data tidak lagi membisu, ia mulai “berbicara”.
2. Prediksi yang Jauh Lebih Akurat
Business Intelligence tradisional fokus pada data historis (masa lalu). Dengan integrasi Generative AI dan Machine Learning, sistem BI kini memiliki kemampuan Predictive dan Prescriptive Analytics yang lebih tajam.
3. Demokratisasi Data: Semua Orang Bisa Jadi Analis
Salah satu dampak terbesar Generative AI dalam dunia Sistem Informasi adalah Demokratisasi Data. Anda tidak perlu mahir menulis kode SQL yang rumit untuk menarik data dari database.
Generative AI bertindak sebagai penerjemah. Ia mengubah perintah bahasa sehari-hari menjadi kueri teknis di latar belakang. Hal ini memungkinkan setiap divisi—mulai dari pemasaran hingga HR—untuk mengambil keputusan berbasis data secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada departemen IT.
4. Tantangan Baru: Etika dan Validitas Data
Namun, masa depan ini bukan tanpa rintangan. Generative AI memiliki risiko “halusinasi”—kondisi di mana AI memberikan jawaban yang terdengar meyakinkan padahal salah secara data.
Di sinilah peran penting lulusan Sistem Informasi. Dunia industri membutuhkan tenaga ahli yang mampu:
“Teknologi AI tidak akan menggantikan manajer, tetapi manajer yang menggunakan AI akan menggantikan manajer yang tidak menggunakannya.”
Kesimpulan
Masa depan Business Intelligence di era Generative AI bukan lagi soal teknis yang rumit, melainkan soal cara kita bertanya dan berkolaborasi dengan kecerdasan buatan. Bagi Anda yang sedang atau ingin menempuh studi di bidang Sistem Informasi, ini adalah peluang emas. Anda akan belajar menjadi arsitek yang merancang sistem cerdas ini, menjembatani algoritma AI yang rumit dengan keputusan bisnis yang brilian.
Dunia digital terus berubah. Apakah Anda siap menjadi bagian dari revolusi data selanjutnya?

Bekasi — Dalam rangka memperingati Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Universitas Panca Sakti Bekasi sukses menyelenggarakan kegiatan penyembelihan hewan kurban yang berlangsung di lingkungan kampus. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial serta implementasi nilai-nilai keislaman yang senantiasa dijunjung tinggi oleh civitas akademika.
Proses penyembelihan hewan kurban dilaksanakan dengan tertib dan sesuai syariat Islam, melibatkan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta panitia yang telah ditunjuk. Daging kurban kemudian didistribusikan kepada masyarakat sekitar, tenaga pendidik, staf, dan pihak-pihak yang berhak menerima manfaat kurban.
Melalui kegiatan ini, Universitas Panca Sakti Bekasi berharap dapat mempererat tali silaturahmi, meningkatkan rasa kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat berbagi dan kebersamaan di tengah masyarakat. Kegiatan kurban juga menjadi momentum untuk memperkuat nilai pengorbanan, keikhlasan, dan solidaritas yang sejalan dengan visi kampus dalam mencetak generasi yang berkarakter dan berintegritas.
Pihak universitas menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta kurban, dan pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan penyembelihan hewan kurban tahun ini dapat berjalan dengan lancar, aman, dan penuh keberkahan. Semoga semangat Iduladha dapat terus menginspirasi seluruh civitas akademika untuk senantiasa berbagi dan memberikan manfaat bagi sesama.

Bekasi, 16 Mei 2026 – Program Studi Teknik Informatika kembali berbenah diri demi menjaga kualitas pendidikannya. Hari ini, kami mengadakan kegiatan Forum Diskusi Kelompok (FGD) untuk mengevaluasi kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Bapak Dr. Supriyadi, S.TP., M.Pd dan dihadiri oleh berbagai pihak penting yang menjadi mitra kami.
Turut hadir dalam pertemuan ini perwakilan dari APTIKOM (Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer) Bapak Dr. Didik Setiyadi ,M.Kom , dosen, perwakilan dari perusahaan atau instansi pengguna lulusan kami, serta para alumni yang sudah berkarir di berbagai bidang. Kehadiran mereka menjadi sangat berharga karena kami ingin mendengar langsung pandangan dari berbagai sisi.
Dalam sambutan pembukaannya, Warek 1 sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh prodi. Beliau menyampaikan bahwa kurikulum adalah hal paling dasar dalam pendidikan, dan harus selalu disesuaikan agar tidak tertinggal zaman.
“Penerapan kurikulum berbasis OBE itu intinya kita mengajar berorientasi pada hasil. Artinya, apa yang dipelajari mahasiswa harus jelas tujuannya, bisa dipakai, dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja saat ini. Saya sangat dukung kegiatan seperti ini, karena dengan mendengar masukan dari asosiasi, industri, dan alumni, kita bisa pastikan lulusan kita nanti benar-benar siap bersaing,” ujar Warek 1 di hadapan para peserta.
Sebagai Ketua Program Studi, saya menyampaikan bahwa kegiatan ini memang sudah menjadi agenda rutin kami. Menurut saya, kurikulum itu tidak boleh kaku dan diam saja. Ilmu pengetahuan dan teknologi kan terus berubah, jadi materi ajar pun harus ikut menyesuaikan.
“Kami tidak bisa menyusun kurikulum sendirian di ruangan. Kami butuh masukan dari APTIKOM agar standarnya pas, butuh pendapat dosen tentang pelaksanaannya, butuh tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh industri, dan butuh cerita dari alumni tentang pengalaman mereka di lapangan. Semua masukan ini akan kami jadikan acuan utama untuk memperbarui kurikulum kami,” tambah saya.
Diskusi berjalan sangat hidup dan seru. Perwakilan APTIKOM menjelaskan standar pendidikan tinggi yang berlaku saat ini dan arah perkembangan keilmuan di bidang teknologi informasi. Para dosen juga ikut berbagi kendala dan pengalaman saat mengajar, serta memberikan usulan terkait materi apa yang perlu diperdalam atau dikurangi.
Yang paling menarik adalah masukan dari pihak pengguna lulusan. Mereka secara terbuka menceritakan apa yang biasanya dicari perusahaan saat menerima karyawan baru. Tidak hanya soal kemampuan teknis, tapi juga kemampuan berkomunikasi, kerja sama tim, dan cara berpikir yang kritis.
Sementara itu, para alumni berbagi cerita tentang pengalaman mereka saat baru masuk dunia kerja. Mereka memberikan saran yang sangat berharga, misalnya materi mata kuliah apa yang ternyata sangat berguna saat bekerja, atau materi apa yang dirasa kurang cukup mendukung mereka.
Dari hasil diskusi ini, semua masukan dan saran akan kami rangkum dan pelajari satu per satu. Nanti akan kami sesuaikan kembali struktur kurikulum kami agar lebih pas, relevan, dan benar-benar berjalan sesuai prinsip OBE.
Terima kasih kami sampaikan kepada Bapak/Ibu Warek 1 atas dukungannya, serta kepada seluruh peserta yang sudah meluangkan waktu dan berbagi pemikiran. Semoga kerja sama ini terus terjalin baik demi kemajuan pendidikan di kampus kita. Ke depannya, kami akan terus rutin mengadakan kegiatan serupa agar kualitas prodi tetap terjaga dan semakin meningkat.

Di era transformasi digital saat ini, teknologi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Berbagai sektor, mulai dari pendidikan, bisnis, pemerintahan, kesehatan, hingga industri kreatif, terus berkembang dengan dukungan teknologi informasi dan kecerdasan buatan. Kondisi ini menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu berinovasi, beradaptasi, dan menciptakan solusi bagi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut, Program Studi Teknik Informatika berkomitmen untuk menyelenggarakan pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan dunia kerja. Komitmen ini tercermin dalam visi program studi, yaitu:
“Menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang sistem cerdas yang unggul, berkarakter technopreneurship untuk bersaing di tingkat nasional tahun 2029.”
Visi ini bukan sekadar pernyataan arah pengembangan program studi, melainkan menjadi pedoman dalam setiap kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh sivitas akademika.
Mewujudkan Keunggulan di Bidang Sistem Cerdas
Perkembangan teknologi saat ini menunjukkan bahwa sistem cerdas atau intelligent systems menjadi salah satu bidang yang paling dibutuhkan. Teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), machine learning, data analytics, Internet of Things (IoT), hingga otomatisasi sistem telah mengubah cara manusia bekerja dan mengambil keputusan.
Melalui berbagai mata kuliah, praktikum, proyek, dan kegiatan penelitian, Program Studi Teknik Informatika membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk memahami, merancang, dan mengembangkan teknologi berbasis sistem cerdas. Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan mampu memberikan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan yang muncul di dunia industri maupun masyarakat.
Namun, keunggulan yang ingin dicapai tidak hanya terbatas pada aspek teknis. Program studi juga berupaya membentuk lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta mampu bekerja secara profesional dalam lingkungan yang terus berubah.
Menanamkan Semangat Technopreneurship
Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, kebutuhan akan individu yang mampu menciptakan peluang baru semakin meningkat. Oleh karena itu, Program Studi Teknik Informatika tidak hanya mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi tenaga profesional yang siap bekerja, tetapi juga mendorong mereka untuk menjadi inovator dan pelaku usaha berbasis teknologi.
Semangat technopreneurship menjadi salah satu karakter utama yang dikembangkan selama proses pendidikan. Mahasiswa didorong untuk melihat teknologi sebagai sarana untuk menciptakan nilai tambah, memecahkan masalah, dan membangun usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui pendekatan ini, lulusan diharapkan memiliki keberanian untuk berinovasi, kemampuan membaca peluang, serta keterampilan dalam mengembangkan produk dan layanan digital yang memiliki daya saing.
Nilai-Nilai yang Menjadi Budaya Akademik
Penyelenggaraan pendidikan di Program Studi Teknik Informatika didasarkan pada sejumlah nilai utama yang menjadi fondasi dalam setiap aktivitas akademik.
Integritas menjadi landasan utama dalam membangun budaya akademik yang jujur, bertanggung jawab, dan menjunjung tinggi etika.
Profesionalisme diwujudkan melalui komitmen untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing.
Inovasi menjadi semangat dalam mengembangkan ide, penelitian, dan solusi teknologi yang mampu menjawab tantangan zaman.
Kolaborasi mendorong terciptanya kerja sama yang harmonis antara mahasiswa, dosen, alumni, industri, dan masyarakat dalam mencapai tujuan bersama.
Kemandirian dibangun agar mahasiswa memiliki kemampuan mengambil keputusan, beradaptasi, dan berkembang secara berkelanjutan.
Sementara itu, technopreneurship menjadi karakter khas yang terus ditanamkan untuk membentuk lulusan yang kreatif, inovatif, dan memiliki jiwa kewirausahaan berbasis teknologi.
Komitmen untuk Mencetak Lulusan Berkualitas dan Beretika
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program studi tidak hanya diukur dari jumlah lulusan yang dihasilkan, tetapi juga dari kualitas dan kontribusi mereka di tengah masyarakat. Oleh karena itu, Program Studi Teknik Informatika terus berupaya menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendorong pengembangan kompetensi, karakter, dan integritas secara seimbang.
Melalui kurikulum yang relevan, tenaga pengajar yang kompeten, fasilitas pembelajaran yang terus berkembang, serta berbagai program penguatan keterampilan dan karakter, program studi berkomitmen untuk menghasilkan lulusan yang mampu menghadapi tantangan era digital dengan percaya diri.
Dengan berpegang pada visi “Menghasilkan lulusan yang kompeten dalam bidang sistem cerdas yang unggul, berkarakter technopreneurship untuk bersaing di tingkat nasional tahun 2029”, Program Studi Teknik Informatika optimis dapat menjadi bagian penting dalam mencetak generasi profesional yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga beretika, inovatif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Panca Sakti Bekasi kembali mencatatkan capaian membanggakan dengan terpilih sebagai salah satu penerima Program Penguatan Perguruan Tinggi Swasta (PP-PTS) Reguler Tahun Anggaran 2025. Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan mutu perguruan tinggi swasta yang berada di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Melalui program ini, Universitas Panca Sakti Bekasi berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran, khususnya pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, melalui pengembangan fasilitas pembelajaran berbasis teknologi digital. Salah satu fokus utama program ini adalah pengembangan laboratorium bahasa digital yang mendukung pembelajaran Listening, Speaking, Pronunciation, dan persiapan TOEFL.
Penguatan laboratorium bahasa digital ini diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih interaktif, efektif, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa di era transformasi digital. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung latihan keterampilan berbahasa Inggris secara intensif, termasuk kemampuan mendengarkan, berbicara, pelafalan, serta kesiapan menghadapi tes kemampuan bahasa Inggris.
Ketua Program PP-PTS Universitas Panca Sakti Bekasi, Lenny Solo, S.S., M.Hum., menyampaikan bahwa capaian ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan mutu pembelajaran di lingkungan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Program ini juga menjadi bentuk nyata komitmen universitas dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berbasis teknologi informasi.

Pengembangan laboratorium bahasa digital tersebut juga sejalan dengan visi Universitas Panca Sakti Bekasi, yaitu menghasilkan lulusan yang unggul, berkarakter, memiliki technopreneurship, menguasai riset dan teknologi informasi, serta mampu bersaing di tingkat nasional. Dengan terpilihnya Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dalam Program PP-PTS 2025, diharapkan proses pembelajaran di lingkungan PBI UPS Bekasi semakin berkualitas dan mampu menghasilkan lulusan yang komunikatif, percaya diri, menguasai teknologi, serta siap menghadapi tantangan pendidikan dan dunia kerja di masa depan
Bekasi, 15 Januari 2026 — Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Panca Sakti Bekasi, menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Peninjauan Kurikulum pada 15 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen prodi dalam melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum agar tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan, perkembangan zaman, serta tuntutan dunia kerja.

FGD peninjauan kurikulum ini menghadirkan para dosen, pemangku kepentingan, serta pihak-pihak terkait untuk bersama-sama memberikan masukan, pandangan, dan rekomendasi terhadap kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris. Melalui forum diskusi ini, prodi berupaya memastikan bahwa kurikulum yang diterapkan mampu mendukung terciptanya lulusan yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di era global.
Kegiatan ini juga menjadi wadah strategis untuk menelaah kembali capaian pembelajaran lulusan, relevansi mata kuliah, kebutuhan kompetensi abad ke-21, serta penguatan keterampilan kebahasaan, pedagogik, digital, dan profesional mahasiswa. Peninjauan kurikulum tidak hanya dilakukan sebagai pemenuhan kebutuhan akademik, tetapi juga sebagai langkah nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
Melalui pelaksanaan FGD ini, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Panca Sakti Bekasi menunjukkan keseriusannya dalam membangun sistem pembelajaran yang berkualitas, inovatif, dan sesuai dengan perkembangan kebijakan pendidikan tinggi. Hasil dari kegiatan ini diharapkan menjadi dasar dalam penyempurnaan kurikulum yang lebih responsif terhadap kebutuhan mahasiswa, sekolah, masyarakat, dan dunia kerja.

Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris terus berkomitmen untuk menjadikan kurikulum sebagai fondasi utama dalam mencetak lulusan yang unggul, profesional, dan memiliki daya saing. Dengan adanya FGD peninjauan kurikulum ini, diharapkan prodi mampu menghasilkan rumusan kurikulum yang semakin kuat, terarah, dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan.

Di era bisnis yang bergerak sangat cepat, kecepatan pengambilan keputusan menjadi salah satu keunggulan kompetitif perusahaan. Perusahaan yang mampu mengolah data dan mengubahnya menjadi informasi berkualitas dalam waktu singkat akan lebih unggul dibandingkan kompetitornya.
Di sinilah Program Studi Sistem Informasi berperan penting. Mahasiswa kami diajarkan bagaimana membangun sistem yang membantu perusahaan mengambil keputusan lebih cepat, lebih tepat, dan lebih berbasis data.
Mengapa Pengambilan Keputusan Harus Cepat?
Keterlambatan keputusan bisa berakibat fatal, kehilangan peluang pasar, pemborosan biaya, hingga penurunan kepuasan pelanggan. Sebaliknya, keputusan yang cepat dan akurat dapat meningkatkan profitabilitas dan daya saing perusahaan.
Program Studi Sistem Informasi mengajarkan mahasiswa untuk menjadi jembatan antara data dan keputusan bisnis.
Bagaimana Sistem Informasi Membantu Perusahaan?
Berikut adalah beberapa cara utama Sistem Informasi mempercepat proses pengambilan keputusan:
1. Dashboard Real-Time Mahasiswa kami belajar membuat dashboard interaktif menggunakan Power BI dan Tableau yang menampilkan data penjualan, stok barang, performa karyawan, dan metrik bisnis penting secara real-time. Manajer tidak perlu lagi menunggu laporan bulanan.
2. Business Intelligence & Analisis Data Dengan tools analitik, perusahaan dapat melihat tren, pola, dan prediksi masa depan. Contoh: memprediksi permintaan produk di bulan mendatang sehingga perusahaan bisa menyiapkan stok lebih awal.
3. Sistem Informasi Terintegrasi Kami mengajarkan pembuatan sistem yang menghubungkan berbagai departemen (penjualan, keuangan, operasional, dan pemasaran) dalam satu platform. Hal ini dapat mempercepat alur informasi.
4. Predictive Analytics Menggunakan teknik sederhana Machine Learning, lulusan Sistem Informasi mampu membantu perusahaan memprediksi risiko, churn pelanggan, hingga peluang bisnis baru.
5. Mobile & Cloud-Based Access Keputusan bisa diambil kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi mobile yang aman dan cepat.
Skill yang Anda Kuasai untuk Mendukung Ini
Di program kami, Anda akan mendalami:
Masa Depan yang Menjanjikan
Perusahaan di Indonesia semakin sadar bahwa data adalah aset baru. Oleh karena itu, lulusan Sistem Informasi yang mampu membangun sistem pendukung keputusan memiliki prospek karier yang sangat cerah sebagai Business Analyst, BI Developer, System Analyst, atau Digital Transformation Consultant.
Ingin menjadi ahli yang membantu perusahaan mengambil keputusan lebih cepat dan cerdas?
Program Studi Sistem Informasi Universitas Panca Sakti Bekasi siap membekali Anda dengan pengetahuan, skill, dan pengalaman praktis yang dibutuhkan industri saat ini.
Daftarkan diri Anda sekarang dan menjadi bagian dari generasi yang menggerakkan transformasi digital Indonesia!
Universitas Panca Sakti Bekasi berkomitmen memberikan pengalaman belajar unggul dan menciptakan lingkungan akademik yang mendukung pengembangan intelektual serta keterampilan praktis mahasiswa.